Postingan

Gambar
  Modernisasi Buruh dan Sejarah Gerakan  Sumber https://kumparan.com/suhari-ete/sejarah-pergerakan-buruh-indonesia-1wU1E9Or9E5       Kaum buruh seringkali tersingkirkan demi kepentingan modal, buruh menginjak paling bawah dalam struktur hierarkis dibawah kaum borjuis/pemilik modal. Struktur hierarkis yang menempatkan kaum buruh di dasar piramida kekuasaan bukan sekadar residu dari revolusi industri abad ke-19, melainkan sebuah bentuk reteritorialisasi modal yang semakin canggih dalam era modernisasi. Dalam perspektif sejarah, transisi dari masyarakat disiplin menuju masyarakat kontrol telah mengubah wajah eksploitasi: jika dahulu buruh dikurung dalam ruang pabrik yang kaku dengan pengawasan fisik yang nyata, kini buruh terjebak dalam jaringan algoritma dan f leksibilitas kerja yang sering kali mematikan kepastian hukum. Modernisasi ini menciptakan ilusi kemandirian melalui model gig economy atau kemitraan, padahal di balik itu, kontrol pemilik modal te...

Aksi Solidaritas Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jember Atas Kasus Kekerasan Seksual

Gambar
  Aksi Solidaritas Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jember Atas Kasus Kekerasan Seksual      Senin,20 April 2026 pada pukul 11.00 WIB puluhan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas  Jember melakukan aksi solidaritas di depan Gedung Dekanat Fakultas Hukum Universitas Jember. Aksi solidaritas dimulai dengan melakukan longmarch yang dimulai dari depan gedung sekretariat UKM Fakultas Jember melewati jalanan samping Fakultas Hukum Universitas Jember sampai berakhir didepan gedung dekanat Fakultas Hukum Universitas Jember.      Aksi ini dipicu karena adanya dugaan kekerasan seksual yang dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jember dan ingin menuntut transparansi dalam penanganan pada kasus kekerasan seksual yang terjadi pada lingkungan Universitas Jember, terutama pada Fakultas Hukum Universitas Jember. Masa Aksi menuntut penuntasan kasus kekerasan seksual secara menyeluruh serta pemenuhan jaminan hak-hak korban. Selain itu Masa aksi men...

CIPTAKAN RUANG AMAN DI LINGKUNGAN KAMPUS

Gambar
CIPTAKAN RUANG AMAN DI LINGKUNGAN KAMPUS   Sumber gambar: https://ykp.or.id/datainfo/materi/366 Permasalahan kekerasan seksual di Indonesia mulai marak dilakukan. Tapi sepertinya, jika berbicara perihal perilaku seksual di lingkungan perguruan tinggi adalah pembahasan yang tidak bisa dilepaskan dari pengaruh lingkungan yang nyatanya tidak bersahabat. Banyak sebagian yang menganggap bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan seksual, adalah privasi pribadi semata. Dibalik itu, banyak kaum rentan yang menahan rasa terbungkam atas apa yang mereka alami. Rasanya, terbungkam dari segala arah dan dari segala alasan merupakan perasaan yang sangat tertindas dan menyedihkan. Lantas, dari persoalan sosial ini apa konsep dari sebuah “Ruang Aman”?. Apakah hanya sekedar sebuah jargon formalitas, atau instrumen bagi perempuan-perempuan yang tertindas. Dari banyaknya kasus yang sedang marak terjadi apakah ruang aman menjadi sebuah slogan kosong yang dimana kampus adalah sarana yang am...
Gambar
  Sidang Putusan Buntut Aksi Demo 30 Agustus Lalu          15 Desember 2025, Aliansi Amarah Masyarakat Jember (AMJ) menggelar aksi di Pengadilan Negeri Jember, mereka menuntut agar massa aksi pada bulan Agustuts lalu untuk segera dibebaskan, selama berjalannya aksi para massa aksi melakukannya dengan damai, dimulai dari berorasi sampai dengan menyayikan lagu.           Para Terdakwa, 7 orang dengan tuduhan pengerusakkan terhadap benda dijerat pasal 170 ayat (1) KUHP dan pasal 187 ke-1 juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan 1 Terdakwa atas tuduhan penghasutan dijerat pasal 160 KUHP. pada sidang tersebut sudah pada tahap putusan untuk 7 orang terdakwa sudah memasuki sidang putusan sedangkan 1 terdakwa pada tahap eksepsi.      Pada putusan terhadap tuduhan pengerusakkan barang, hakim memberikan vonis berbeda beda,  dimana untuk 6 terdakwa divonis selama 3 bulan 14 hari, sedangkan 1 Terdakwa divonis oleh hakim s...
Gambar
  Lanjutan Sidang Pidana Buntut Demo 30 Agustus Lalu                 Rabu, 10 Desember 2025, Pengadlian Negeri Jember melanjutkan sidang perkara dengan kasus perusakkan terhadap benda dimana terdapat 7 terdakwa dengan dakwaan pasal  170 ayat (1) KUHP pasal 187 ke 1 juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan 1 terdakwa dengan dakwaan  pasal 160 KUHP.  Pada Sidang 7 terdakwa dengan dakwaan pasal  170 ayat (1) KUHP dan  pasal 187 ke 1 juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP  sudah memasuki tahap pledoi, pada tahap ini Penasihat hukum dari ke-7 terdakwa tersebut tetap pada pembelaannya sedangkan Jaksa tetap pada pledoinya. Salah satu terdakwa atas nama eri mengajukan nota pembelaan kepada Hakim. Dengan begitu Hakim akan memberikan putusannya pada sidang putusan Senin 15 Desember nanti.  Pada sidang lanjutan 1 terdakwa dengan tuntutan karena melakukan penghasutan sebagaimana diatur pada  pasal 160 KUHP , Ku...
Gambar
       Pameran Seni Rupa Dewan Kesenian Kampus, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jember     Penulis: Sakha Prasetya       Kamis, 11 Desember 2025 ; Dewan Kesenian Kampus menyelenggarakan kegiatan pameran seni rupa yang mengangkat tema “Utopia dan Folks” dengan judul Pameran Muda Mudi Mudo Vol. 2 : Layers, yang dilaksanakan selama 3 Hari berturut-turut sejak tanggal 9 hingga 11 Desember 2025. Pameran ini mengadopsi nilai dari utopia yang berangkat dari ketidakidealan yang ada di lingkungan sekitar, baik itu dalam konteks hubungan keluarga, pertemanan, dan sosial. Dari Ketidakidealan tersebut teman-teman dari Dewan Kesenian Kampus mencoba membayangkan dan berharap melalui Utopia, sebuah angan-angan yang hampir tidak akan mungkin terealisasikan. Mereka mencoba membayangkan masyarakat yang ideal melalui utopia, tapi utopia dalam medan pameran tidak bisa hanya dikatakan tentang diri sendiri, karena sebisa mungkin harus merealisasikan dengan ...

Puluhan Mahasiswa Jember Lakukan Aksi Buntut Dugaan Krminalisasi Terhadap Demonstran Pada Aksi 30 Agustus Lalu

Gambar
       Senin, 8 Desember 2025 puluhan massa aksi dari Amarah Masyarakat Jember (AMJ) mengawal dan melakukan aksi di Pengadilan Negeri Jember. Aksi tersebut diawali dari depan gerbang sampai ke depan ruang sidang Pengadilan Negeri Jember. Para Aktivis tersebut menuntut agar tahanan yang ditahan karena melakukan aksi demonstrasi pada 30 Agustus lalu supaya dibebaskan. Setidaknya ada 8 tahanan, dimana 7 tahanan didakwa pasal  170 ayat (1) dan didakwa pasal 187 ke 1 juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, sedangkan 1 tahanan didakwa pasal 160 KUHP. Para demonsran tersebut didakwa karena diduga melakukan tindakan perusakkan terhadap benda dan penghasutan.       Pada proses hukumnya sendiri 7 tahanan dengan dakwaan pasal  170 ayat (1) dan didakwa pasal 187 ke 1 juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP sudah masuk tahap persidangan dengan pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum, sedangkan 1 tahanan dengan dakwaan pasal 160 KUHP baru pada sidang dakwa...

Perkembangan Sidang Kasus Pasca Demonstrasi Amarah Masyarakat Jember.

Gambar
Jember, 17 November 2025 Sidang perkara terhadap tujuh terdakwa kasus perusakan tenda saat aksi demonstrasi kembali digelar pada hari Senin 17 November 2025. Dalam persidangan tersebut, fokus utama pembahasan adalah mengenai barang bukti. Salah satu nya berupa video yang dimiliki oleh pihak penyidik dan kejaksaan. Salah satu poin penting yang terungkap dalam sidang adalah adanya kesulitan dalam memvalidasi keterlibatan seluruh terdakwa berdasarkan bukti video yang di miliki para saksi. Dalam persidangan agendanya adalah pemeriksaaan saksi-saksi untuk bertujuan mengkroscek kebenaran keterlibatan ketujuh terdakwa. Beberapa saksi yang dihadirkan, termasuk dari Reserse dan Lantas, dan mereka memberikan keterangan yang beragam. Terdapat beberapa jawaban dari saksi yang menyatakan mereka lupa, menunjukkan bahwa bukti video tersebut belum sepenuhnya tervalidasi oleh para saksi untuk membuktikan keterlibatan semua terdakwa.Barang bukti yang dimaksud adalah rekaman video ponsel. Sementara ...

AKSI AMARAH MASYARAKAT JEMBER, JEMBER TIDAK DIAM. Penyikapan atas represifitas aparat

Gambar
  Jember, 4 September 2025 "Amarah Masyarakat Jember" Gelar Aksi Penyikapan atas Represifitas Aparat Aliansi rakyat yang menamakan diri sebagai Amarah Masyarakat Jember menggelar aksi demonstrasi pada Sabtu, 30 Agustus 2025, sebagai bentuk perlawanan terhadap berbagai tindakan represif yang dilakukan aparat keamanan terhadap massa aksi di berbagai wilayah. Aksi ini digelar sebagai respons atas kekerasan yang semakin brutal, termasuk tindakan yang menyebabkan kematian seorang demonstran yang dilindas kendaraan aparat. Aksi dimulai sekitar pukul 11.00 WIB dengan longmarch dari double way Universitas Jember (Unej), dan sempat berhenti di depan Gedung DPRD Jember untuk menyampaikan orasi dan puisi perlawanan selama kurang lebih 30 menit. Setelah itu, massa kembali bergerak menuju Polres Jember dengan tertib di bawah arahan koordinator lapangan / korlap aksi. Setibanya di depan Polres Jember sekitar pukul 13.30 WIB, massa yang telah dipenuhi kemarahan akibat tindakan brut...
Gambar
HASIL REPORTER KAMISAN 1. Bagaimana upaya keberlanjutan yang dilakukan oleh aksi kamisan terhadap hal-hal menyimpang yang dilakukan oleh pemerintah terutama yang terdekat pada saat ini yaitu RUU TNI : pertama jika melihat aksi kamisan ini merupakan aksi yang konsisten yang dilakukan pada hari kamis yang simbolik juga dilakukan secara hikmat untuk mengingat adanya korban dari tahun 1998. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa aksi kamisan menjadi penitipan pesan bahwa RUU TNI kembalinya dwifungsi abri yang nantinya memunculkan korban-korban tahun 1998 itu bisa kita ingatkan kembali, bisa kita sadarkan kembali bahwa RUU TNI juga akan membawa dampak yang sama pada dwifungsi abri yang nantinya menimbulkan korban-korban yang tidak menutup kemungkinan akan terjadi. Jadi memang betul kita akan melakukan kajian-kajian terutama pada anggota aksi kamisan dan tidak menutup kemungkinan juga akan berkolaborasi melakukan sinergitas dengan kelompok-kelompok mahasiswa lainnya.  2. Bagaimana komenta...
Gambar
                  Jember, 24 Maret 2025 – Ratusan mahasiswa dan elemen masyarakat sipil yang tergabung dalam Solidaritas Jember Melawan menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kabupaten Jember. Massa aksi turun ke jalan sebagai bentuk protes terhadap pengesahan Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) yang disahkan pada 20 Maret 2025. Aksi yang berlangsung sejak pukul 13.00 WIB diwarnai dengan orasi dan spanduk yang menuntut pemerintah untuk mengembalikan transparansi serta partisipasi publik dalam setiap kebijakan yang dikeluarkan. Massa aksi juga mengecam berbagai kebijakan yang dianggap merugikan demokrasi dan kebebasan sipil.           Pada aksi demonstrasi yang berlangsung di Kabupaten Jember, massa aksi menyampaikan tuntutan kepada DPRD Kabupaten Jember. Tuntutan yang diajukan pada 23 Maret 2025 adalah sebagai berikut: 1. Bahwa kami DPRD Kabupaten Jember menyatakan MENOLAK UNDAN...

“Sepak Bola, Hiburan atau Penyiksaan?”

Gambar
 Oleh :  Thoriq Fahreza Tulisan ini yang mendasari atas keresahan penulis akhir-akhir ini tentang kondisi ataupun iklim per“sepakbolaan” negeri ini.       Tan Malaka pernah menganalogikan perjuangan bangsa melalui sepak bola dalam bukunya yaitu madilog, “apabila kita menonton suatu pertandingan sepakbola, maka lebih dahulu kita mesti pisahkan si pemain, mana yang masuk klub ini, mana pula yang masuk kumpulan itu. Kalau tidak begitu, bingunglah kita . kita tidak bisa tahu siapa yang kalah, siapa yang menang. Mana yang baik permainannya, mana yang tidak”(Hal 45), sehingga munculah wejangan Tan Malaka dalam bentuk Sepak Bola adalah alat perjuangan. hal tersebut yang mendasari bahwa Tan Malaka menjadikan sepak bola sebagai media ataupun alat untuk mengkomunikasikan rasa Nasionalisme.      Dalam sejarahnya, pemerintah kolonial Belanda menunjukan superioritas atas Sepak Bola dengan menaruh papan yang bertuliskan “Vorboden voor irlandiers en...

Investasi Dianggap Merusak Lingkungan dan Menimbulkan Korban Jiwa, Masyarakat Puger Serentak Lakukan Penolakan

Gambar
Oleh : Gloria Rombongan truk yang dinaiki oleh ratusan massa aksi masyarakat Kecamatan Puger Kabupaten Jember yang mengatasnamakan komunitas Puger Melawan mendatangi Pendopo Kabupaten Jember untuk melakukan aksi demonstrasi atas dasar menyuarakan keprihatinan mereka terhadap kondisi jalan utama mereka yang rusak karena akibat dari kendaraan PT Imasco Asiatic yang letaknya pada ujung   timur Gunung Sadeng, Desa Puger Wetan. Truk yang melintasi jalan tersebut melebihi kapasitas kemampuan jalan. Komunitas Puger Melawan mengajak seluruh masyarakat yang terdampak untuk ikut turun ke jalan. Aksi Demonstrasi tersebut dilakukan di depan Pendopo Yahyawibawagraha. Jalan utama yang dipermasalahkan dalam aksi penolakan ini adalah mulai Kecamatan Rambipuji hingga Kecamatan Puger. Sebelumnya aksi penolakan warga sudah dilakukan dari jauh   - jauh hari sejak 3 Desember 2024. Aksi yang protes yang dilakukan warga beberapa waktu sebelumnya adalah dengan pemblokiran jalan utama tersebut mengg...

PERMAINAN KONSTITUSI DEMI KEPENTINGAN PRIBADI, SELURUH MAHASISWA JEMBER MENGGUGAT

Gambar
  Oleh : Gloria Puspa Wardhana                 IMPARSIAL-Tepat di bawah Baliho bertuliskan “Mari Wujudkan Pilkada Yang Jujur Dan Adil” dari Badan Pengawas Pemilu, ratusan mahasiswa dari berbagai organisasi memutuskan untuk turun ke jalan, menyuarakan kekecewaan mereka terhadap perilaku Dewan Perwakilan Rakyat pada hari ini pada Bundaran DPRD Kabupaten Jember. Pada Hari Sabtu, 23 Agustus 2024 seluruh kalangan mahasiswa hadir dalam menyuarakan keresahan mereka atas kondisi konstitusi hari ini. Pada awalnya, seluruh organisasi berkumpul di bundaran double way Universitas Jember untuk berkoordinasi, pada pukul lima sore, masa aksi mulai melakukan Long March hingga berhenti di bundaran DPRD Jember.                 Mereka beranggapan bahwa dianulirnya poin soal syarat pencalonan kepala daerah dari jalur partai politik, terkait ambang ba...

AKSI RAPOR MERAH BUPATI OLEH PIMPINAN CABANG IMM KABUPATEN JEMBER

Gambar
  Oleh :  Gloria Puspa Reporter : Alif Khadafi, Adi Nugroho, Mikhael Reiyno, Hefry Cahyadi, Habel IMPARSIAL- Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Cabang Jember, pada tanggal 10 Juni 2024 memutuskan untuk turun aksi ke jalan dengan latar belakang atas keresahannya atas kondisi Jember pasca kepemimpinaan bupati yang menjabat dengan judul “Aksi Demonstrasi : Rapor Merah Bupati Jember” Aksi Demonstrasi yang dilaksanakan adalah bagian dari serangkaian pernyataan sikap atas keresahan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Cabang Jember. Aksi turun ke jalan ini merupakan bentuk tindak lanjut dari diskusi publik   yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jember dengan topik pembahasan mengenai Evaluasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Jember. Maka, massa aksi bersepakat bahwasannya terdapat persoalan – persoalan konkrit dalam 3 tahun masa kepemimpinan Bupati Jember periode ini diantaranya praktik Korupsi, kolusi dan nepotisme, kemiskinan, fenomena s...