Madura Swasta dan Madura Negeri : Stereotip Intraetnis dalam Masyarakat Madura
Suatu masyarakat sering kali dipahami sebagai kelompok yang memiliki identitas budaya yang sama. Namun nyatanya, di dalam satu kelompok etnis pun dapat dijumpai pelabelan sosial yang membedakan anggotanya. Fonemena yang terjadi dapat dilihat pada penggunaan istilah “Madura Swasta” dan “Madura Negeri” yang seiring berjalannya waktu berkembang dalam percakapan sehari-hari di sebagian masyarakat Madura. Pelabelan tersebut tidak menunjukkan perbedaan etnis, melainkan digunakan untuk perbedaan karakter, gaya hidup, cara berpikir hingga pola pergaulan individu yang sama-sama berasal dari suku Madura. Istilah “Madura Negeri” kerap dikaitkan dengan stereotip sebagai individual yang lebih tradisional, mempertahankan budaya lokal, dan sering kali dianggap jadul. Berbeda hal nya dengan ”Madura Swasta” yang sering dipersepsikan sebagai kelompok yang lebih up to date, terbuka terhadap perubahan yang ada, dan mengikuti perkembangan gaya hidup. Stereotip terbentuk melalui interaksi sosial...