Postingan

Gumuk: Identitas Jember yang Terlalu Lama Kita Anggap Biasa

Kabupaten Jember telah lama dikenal de ngan julukan  Kabupaten Seribu Gumuk . Julukan tersebut bukan sekadar slogan yang melekat pada daerah ini, melainkan lahir dari bentang alam yang menjadikan Jember berbeda dengan banyak wilayah lain di Indonesia. Sayangnya, di balik kebanggaan terhadap julukan tersebut, masih banyak masyarakat yang belum benar-benar mengenal apa itu gumuk dan mengapa keberadaannya begitu penting. Kita terbiasa melihat gumuk setiap hari, tetapi justru karena terlalu akrab kita sering menganggapnya sebagai bagian biasa dari pemandangan yang tidak memiliki makna lebih. Menurut   saya ,  inilah   ironi  yang  s edang   terjadi . Kita  bangga  menyebut  Jember  sebagai   Kabupaten   Seribu  Gumuk ,  tetapi  belum   banyak   ruang  yang  mengajak   masyarakat   memahami  alasan  di  balik   julukan   tersebut .  Akibatnya ,  gum...

Menilai Tanpa Mengenal : Paradigma Negatif terhadap Masyarakat Madura

Di banyak obrolan santai maupun media sosial kita seringkali menempatkan masyarakat Madura sebagai masyarakat yang kasar, temperamental, sering membuat kerusuhan dan sering terlibat pertikaian. Gambaran ini diperkuat oleh pemberitaan dari media tentang konflik yang melibatkan masyarakat Madura di perantauan, sehingga stigma negatif itu seolah-olah semakin melekat pada masyarakat Madura. Padahal di balik kesan negatif itu, masih banyak masyarakat Madura yang justru hidupnya biasa-biasa saja seperti bekerja keras, mencari rezeki yang halal dan berusaha menjaga nama baik masyarakat Madura sendiri. Tanpa disadari, ada dampak serius dari stigma negatif ini terhadap kepercayaan diri dan rasa harga diri pada masyarakat Madura. Di banyak daerah perantauan, sebagian orang Madura merasa dirinya dianggap “sudah pasti berbahaya” sebelum mereka benar-benar bersuara atau bertindak. Label negatif itu juga dapat memudahkan ejekan, perundungan bahkan lebih parah yaitu tindakan rasisme yang dianggap s...

AKSI MENUNTU KEBERLANJUTAN MBG

Jember, 20 Juni 2026 ribuan masa aksi atas nama Forum Masyarakat Jember Maju (FMJM) melakukan aksi didepan kantor DPRD Kab. Jember. Masa aksi melakukan aksi bertujuan untuk mendesak pemerintah agar tetap melanjutkan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.  Aksi dilakukan dimulai berkumpul di depan Universitas Jember lalu melakukan longmarch ke depan gedung DPRD Kab. Jember, sembari membawa poster dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).  Aksi berdatangan dari berbagai daerah di Jember. Menurut salah satu masa aksi mengungkapkan jika aksi terdiri dari seluruh pihak SPPG.  Pak Wawan menyebutkan jika aksi ini terdiri dari seluruh pihak SPPG.  “Dari warga juga ada, dari pihak dapur juga ada, dari... pokoknya SPPG ya, Pak ya terutama? Oh. Seluruh SPPG lah. Ini kan gabungan semua dari SPPG.” Ujarnya.  Selain itu, salah satu warga bernama bu Ayu menyebutkan jika aksi tersebut diadakan karena perintah atasan dan mer...
  APAKAH DISKRIMINASI IDENTITAS ADALAH HAL YANG TABU? Identitas merupakan sebuah ciri-ciri alami tubuh yang membedakan antara satu individu dengan individu lainnya. Warna kulit, ras, suku, dan agama adalah beberapa bentuk identitas yang melekat pada saat kita pertama kali dilahirkan ke dunia. Namun, zaman telah mengalami banyak perubahan tentang stigma masyarakat terhadap identitas. Apa yang kita suka seperti makanan, minuman, hobi, bahkan jenis musik juga bisa dikualifikasikan menjadi sebuah identitas tiap individu. Adanya perbedaan ini dapat menjadi pemicu utama terjadinya dikriminasi. Menurut beberapa teori, diskriminasi dapat diartikan setiap pembedaan, pembatasan, atau pengucilan yang dilakukan berdasarkan ras, warna kulit, jenis kelamin, bahasa, agama, pandangan politik, asal-usul, atau identitas tertentu yang mengakibatkan berkurang atau hilangnya pengakuan terhadap hak asasi manusia seseorang. Lebih lanjut, pengertian dari dikriminasi identitas menurut Erving Gof...