Postingan

Menilai Tanpa Mengenal : Paradigma Negatif terhadap Masyarakat Madura

Di banyak obrolan santai maupun media sosial kita seringkali menempatkan masyarakat Madura sebagai masyarakat yang kasar, temperamental, sering membuat kerusuhan dan sering terlibat pertikaian. Gambaran ini diperkuat oleh pemberitaan dari media tentang konflik yang melibatkan masyarakat Madura di perantauan, sehingga stigma negatif itu seolah-olah semakin melekat pada masyarakat Madura. Padahal di balik kesan negatif itu, masih banyak masyarakat Madura yang justru hidupnya biasa-biasa saja seperti bekerja keras, mencari rezeki yang halal dan berusaha menjaga nama baik masyarakat Madura sendiri. Tanpa disadari, ada dampak serius dari stigma negatif ini terhadap kepercayaan diri dan rasa harga diri pada masyarakat Madura. Di banyak daerah perantauan, sebagian orang Madura merasa dirinya dianggap “sudah pasti berbahaya” sebelum mereka benar-benar bersuara atau bertindak. Label negatif itu juga dapat memudahkan ejekan, perundungan bahkan lebih parah yaitu tindakan rasisme yang dianggap s...

AKSI MENUNTU KEBERLANJUTAN MBG

Jember, 20 Juni 2026 ribuan masa aksi atas nama Forum Masyarakat Jember Maju (FMJM) melakukan aksi didepan kantor DPRD Kab. Jember. Masa aksi melakukan aksi bertujuan untuk mendesak pemerintah agar tetap melanjutkan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.  Aksi dilakukan dimulai berkumpul di depan Universitas Jember lalu melakukan longmarch ke depan gedung DPRD Kab. Jember, sembari membawa poster dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).  Aksi berdatangan dari berbagai daerah di Jember. Menurut salah satu masa aksi mengungkapkan jika aksi terdiri dari seluruh pihak SPPG.  Pak Wawan menyebutkan jika aksi ini terdiri dari seluruh pihak SPPG.  “Dari warga juga ada, dari pihak dapur juga ada, dari... pokoknya SPPG ya, Pak ya terutama? Oh. Seluruh SPPG lah. Ini kan gabungan semua dari SPPG.” Ujarnya.  Selain itu, salah satu warga bernama bu Ayu menyebutkan jika aksi tersebut diadakan karena perintah atasan dan mer...
  APAKAH DISKRIMINASI IDENTITAS ADALAH HAL YANG TABU? Identitas merupakan sebuah ciri-ciri alami tubuh yang membedakan antara satu individu dengan individu lainnya. Warna kulit, ras, suku, dan agama adalah beberapa bentuk identitas yang melekat pada saat kita pertama kali dilahirkan ke dunia. Namun, zaman telah mengalami banyak perubahan tentang stigma masyarakat terhadap identitas. Apa yang kita suka seperti makanan, minuman, hobi, bahkan jenis musik juga bisa dikualifikasikan menjadi sebuah identitas tiap individu. Adanya perbedaan ini dapat menjadi pemicu utama terjadinya dikriminasi. Menurut beberapa teori, diskriminasi dapat diartikan setiap pembedaan, pembatasan, atau pengucilan yang dilakukan berdasarkan ras, warna kulit, jenis kelamin, bahasa, agama, pandangan politik, asal-usul, atau identitas tertentu yang mengakibatkan berkurang atau hilangnya pengakuan terhadap hak asasi manusia seseorang. Lebih lanjut, pengertian dari dikriminasi identitas menurut Erving Gof...

AKSI INDONESIA CEMAS JEMBER

Gambar
  AKSI INDONESIA CEMAS JEMBER  Jember, 15 Juni 2026, Aliansi Cipayung Plus dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jember menggelar aksi bertajuk Indonesia Cemas pada Senin (15/6). Aksi yang berlangsung di depan Gedung DPRD Kabupaten Jember tersebut diikuti oleh berbagai organisasi mahasiswa dari berbagai kalangan, aksi ini diadakan sebagai bentuk respons dari berbagai kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan masyarakat ditengah krisis ekonomi yang sangat berdampak pada kehidupan masyarakat. Massa aksi mulai berkumpul di kawasan Double Way Universitas Jember pada pukul 13.00 WIB sebelum melakukan long march menuju Gedung DPRD Kabupaten Jember.  Setibanya di depan gedung DPRD, massa secara bergantian menyampaikan orasi dan puisi. Tepat pada pukul 16.00 WIB, Ketua DPRD Kabupaten Jember bersama sejumlah anggota dewan dari beberapa fraksi keluar menemui massa aksi untuk melakukan dialog terbuka.   Dialog berlangsung secara kondusif dengan berbagai pertanyaan dan ...
Gambar
  Modernisasi Buruh dan Sejarah Gerakan  Sumber https://kumparan.com/suhari-ete/sejarah-pergerakan-buruh-indonesia-1wU1E9Or9E5       Kaum buruh seringkali tersingkirkan demi kepentingan modal, buruh menginjak paling bawah dalam struktur hierarkis dibawah kaum borjuis/pemilik modal. Struktur hierarkis yang menempatkan kaum buruh di dasar piramida kekuasaan bukan sekadar residu dari revolusi industri abad ke-19, melainkan sebuah bentuk reteritorialisasi modal yang semakin canggih dalam era modernisasi. Dalam perspektif sejarah, transisi dari masyarakat disiplin menuju masyarakat kontrol telah mengubah wajah eksploitasi: jika dahulu buruh dikurung dalam ruang pabrik yang kaku dengan pengawasan fisik yang nyata, kini buruh terjebak dalam jaringan algoritma dan f leksibilitas kerja yang sering kali mematikan kepastian hukum. Modernisasi ini menciptakan ilusi kemandirian melalui model gig economy atau kemitraan, padahal di balik itu, kontrol pemilik modal te...