Menilai Tanpa Mengenal : Paradigma Negatif terhadap Masyarakat Madura
Di banyak obrolan santai maupun media sosial kita seringkali menempatkan masyarakat Madura sebagai masyarakat yang kasar, temperamental, sering membuat kerusuhan dan sering terlibat pertikaian. Gambaran ini diperkuat oleh pemberitaan dari media tentang konflik yang melibatkan masyarakat Madura di perantauan, sehingga stigma negatif itu seolah-olah semakin melekat pada masyarakat Madura. Padahal di balik kesan negatif itu, masih banyak masyarakat Madura yang justru hidupnya biasa-biasa saja seperti bekerja keras, mencari rezeki yang halal dan berusaha menjaga nama baik masyarakat Madura sendiri. Tanpa disadari, ada dampak serius dari stigma negatif ini terhadap kepercayaan diri dan rasa harga diri pada masyarakat Madura. Di banyak daerah perantauan, sebagian orang Madura merasa dirinya dianggap “sudah pasti berbahaya” sebelum mereka benar-benar bersuara atau bertindak. Label negatif itu juga dapat memudahkan ejekan, perundungan bahkan lebih parah yaitu tindakan rasisme yang dianggap s...