Gumuk: Identitas Jember yang Terlalu Lama Kita Anggap Biasa

Kabupaten Jember telah lama dikenal dengan julukan Kabupaten Seribu Gumuk. Julukan tersebut bukan sekadar slogan yang melekat pada daerah ini, melainkan lahir dari bentang alam yang menjadikan Jember berbeda dengan banyak wilayah lain di Indonesia. Sayangnya, di balik kebanggaan terhadap julukan tersebut, masih banyak masyarakat yang belum benar-benar mengenal apa itu gumuk dan mengapa keberadaannya begitu penting. Kita terbiasa melihat gumuk setiap hari, tetapi justru karena terlalu akrab kita sering menganggapnya sebagai bagian biasa dari pemandangan yang tidak memiliki makna lebih.

Menurut sayainilah ironi yang sedang terjadi. Kita bangga menyebut Jember sebagai Kabupaten Seribu Gumuktetapi belum banyak ruang yang mengajak 

masyarakat memahami alasan di balik julukan tersebutAkibatnyagumuk hanya dipandang sebagai bukit kecil yang tersebar di tengah persawahan atau perkebunantanpa pernah disadari bahwa bentang alam tersebut menyimpan nilai yang jauh lebih besardaripada yang tampak di permukaan

Secara sederhanagumuk merupakan bukit-bukit kecil alamiyang terbentuk melalui proses geologi dalam rentang waktuyang sangat Panjang. Keberadaannya membentuk lanskap khas Kabupaten Jember sehingga menjadikannya berbeda dengan daerah lain. Gumuk bukanlah bentang alam yang dapat diciptakan kembali dalam waktu singkat. Ia adalah hasil perjalanan alam melalui aktivitas muntahan Gunung Raung Purba selama ribuan bahkan jutaan tahun lalu yang di wariskan kepada masyarakat hingga hari iniGumuk seharusnya tidak dipandang hanya sebagai gundukan tanah atau batu, melainkan sebagai bagian dari sejarah alam yang hidup berdampingan dengan masyarakat Jember.

Lebih dari itugumuk juga memiliki peran yang penting sering kali luput dari perhatianBentuknya yang menjulang di antara dataran rendah membantu menyerap air hujanmenjaga cadangan air tanahsebagai pemecah anginserta mendukung keseimbangan lingkungan di sekitarnyaBerbagai jenis tumbuhan dan satwa juga menjadikan kawasan gumuk sebagai habitat alamiArtinyakeberadaan gumuk tidak hanya menghadirkan keindahan lanskaptetapi juga berkontribusi terhadap keberlangsungan kehidupan masyarakat secara tidak langsung. Banyak manfaat tersebut mungkin tidak selalu terlihat oleh matatetapi dapat dirasakan melalui lingkungan yang tetap terjaga

Di sisi lain, gumuk juga menyimpan nilai sebagai identitas daerahTidak banyak kabupaten yang memiliki karakter bentang alam seperti Jember. Keunikan inilah yang semestinya menjadi kebanggaan sekaligus modal bagi pengembangan pendidikan, penelitian, hingga wisata berbasialam. Ketika daerah lain berlomba membangun identitas melalui berbagai cara, Jember sesungguhnya telah memiliki identitas yang diwariskan langsung oleh alam. Pertanyaannya, sudahkah identitas tersebut benar-benar kita kenali dan kita hargai?

Menurut sayamencintai daerah tidak selalu dimulai dari hal-hal besarKesadaran itu justru lahir dari keberanian untuk mengenali apa yang selama ini ada di sekitar kita. Gumuk adalah salah satunyaSelama ini kita mungkin lebih mengenal nama-nama tempatpusat perbelanjaanatau bangunan-bangunan barutetapi lupa memahami bentang alam yang sejak lama menjadi ciri khas jemberPadahal, mengenal adalah langkah pertama sebelum menghargai, dan menghargai adalah awal dari keinginan untuk menjaga.

Karena itusudah saatnya masyarakat Jember tidak hanya bangga menyebut daerahnya sebagai Kabupaten Seribu gumuktetapi juga memahami makna yang terkandung di balik julukan tersebutSebab sebuah identitas tidak akan memiliki arti apabila hanya menjadi slogan tanpa kesadaran kolektif dari masyarakatnyaMengenal gumuk bukan sekadar menambah pengetahuan tentang bentang alam, melainkan juga menjadi upaya mengenal wajah Jember itu sendiri. Ketika masyarakat mulai memahami bahwa gumuk merupakan bagian dari identitassejarah, dan penyangga kehidupan, di situlah tumbuh harapan bahwa kepedulian terhadap gumuk akan lahir secara alamibukan karena paksaanmelainkan karena rasa memiliki.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KASUS PENCABULAN, DOSEN UNEJ TERDUGA PELAKU!

Puluhan Mahasiswa Jember Lakukan Aksi Buntut Dugaan Krminalisasi Terhadap Demonstran Pada Aksi 30 Agustus Lalu