Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2026

NEGARA DALAM NEGARA

  Membangun rumah dulu, denahnya digambar belakangan. Begitulah gambaran pemerintahan saat ini, ketika negara menjalankan kebijakan yang bernilai puluhan triliun rupiah, tetapi tanpa adanya persiapan yang matang. Rakyat selalu dikagetkan dengan berita mendadak tentang program atau kebijakan baru tanpa ada perencanaan yang jelas, tanpa uji publik, bahkan tanpa pembahasan di DPR. Pemerintahan yang baik tak diukur dari banyaknya program baru, melainkan dari keberhasilan menjaga dan menjalankan program yang sudah ada dengan sebaik mungkin. Sayangnya, yang terlihat hari ini bukanlah hal tersebut, melainkan kecenderungan membangun dan menghadirkan institusi, sistem, serta program baru, sementara program serupa yang sudah ada sejak lama tak dibenahi secara serius. Di sinilah pemerintah terkesan membentuk negara dalam negara. Di bidang pendidikan, mengapa bukan subsidi biaya sekolah dan UKT yang diperluas, kualitas sekolah negeri yang ditingkatkan, serta perguruan tinggi yang diperkuat? Me...

Madura Swasta dan Madura Negeri : Stereotip Intraetnis dalam Masyarakat Madura

Suatu masyarakat sering kali dipahami sebagai kelompok yang memiliki identitas budaya yang sama. Namun nyatanya, di dalam satu kelompok etnis pun dapat dijumpai pelabelan sosial yang membedakan anggotanya. Fonemena yang terjadi dapat dilihat pada penggunaan istilah “Madura Swasta” dan “Madura Negeri” yang seiring berjalannya waktu berkembang dalam percakapan sehari-hari di sebagian masyarakat Madura. Pelabelan tersebut tidak menunjukkan perbedaan etnis, melainkan digunakan untuk perbedaan karakter, gaya hidup, cara berpikir hingga pola pergaulan individu yang sama-sama berasal dari suku Madura. Istilah “Madura Negeri” kerap dikaitkan dengan stereotip sebagai individual yang lebih tradisional, mempertahankan budaya lokal, dan sering kali dianggap jadul. Berbeda hal nya dengan ”Madura Swasta” yang sering dipersepsikan sebagai kelompok yang lebih up to date, terbuka terhadap perubahan yang ada, dan mengikuti perkembangan gaya hidup. Stereotip terbentuk melalui interaksi sosial...

Gumuk: Identitas Jember yang Terlalu Lama Kita Anggap Biasa

Kabupaten Jember telah lama dikenal de ngan julukan  Kabupaten Seribu Gumuk . Julukan tersebut bukan sekadar slogan yang melekat pada daerah ini, melainkan lahir dari bentang alam yang menjadikan Jember berbeda dengan banyak wilayah lain di Indonesia. Sayangnya, di balik kebanggaan terhadap julukan tersebut, masih banyak masyarakat yang belum benar-benar mengenal apa itu gumuk dan mengapa keberadaannya begitu penting. Kita terbiasa melihat gumuk setiap hari, tetapi justru karena terlalu akrab kita sering menganggapnya sebagai bagian biasa dari pemandangan yang tidak memiliki makna lebih. Menurut   saya ,  inilah   ironi  yang  s edang   terjadi . Kita  bangga  menyebut  Jember  sebagai   Kabupaten   Seribu  Gumuk ,  tetapi  belum   banyak   ruang  yang  mengajak   masyarakat   memahami  alasan  di  balik   julukan   tersebut .  Akibatnya ,  gum...

Menilai Tanpa Mengenal : Paradigma Negatif terhadap Masyarakat Madura

Di banyak obrolan santai maupun media sosial kita seringkali menempatkan masyarakat Madura sebagai masyarakat yang kasar, temperamental, sering membuat kerusuhan dan sering terlibat pertikaian. Gambaran ini diperkuat oleh pemberitaan dari media tentang konflik yang melibatkan masyarakat Madura di perantauan, sehingga stigma negatif itu seolah-olah semakin melekat pada masyarakat Madura. Padahal di balik kesan negatif itu, masih banyak masyarakat Madura yang justru hidupnya biasa-biasa saja seperti bekerja keras, mencari rezeki yang halal dan berusaha menjaga nama baik masyarakat Madura sendiri. Tanpa disadari, ada dampak serius dari stigma negatif ini terhadap kepercayaan diri dan rasa harga diri pada masyarakat Madura. Di banyak daerah perantauan, sebagian orang Madura merasa dirinya dianggap “sudah pasti berbahaya” sebelum mereka benar-benar bersuara atau bertindak. Label negatif itu juga dapat memudahkan ejekan, perundungan bahkan lebih parah yaitu tindakan rasisme yang dianggap s...