AKSI INDONESIA CEMAS JEMBER
AKSI INDONESIA CEMAS JEMBER
Jember, 15 Juni 2026, Aliansi Cipayung Plus dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jember menggelar aksi bertajuk Indonesia Cemas pada Senin (15/6). Aksi yang berlangsung di depan Gedung DPRD Kabupaten Jember tersebut diikuti oleh berbagai organisasi mahasiswa dari berbagai kalangan, aksi ini diadakan sebagai bentuk respons dari berbagai kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan masyarakat ditengah krisis ekonomi yang sangat berdampak pada kehidupan masyarakat.
Massa aksi mulai berkumpul di kawasan Double Way Universitas Jember pada pukul 13.00 WIB sebelum melakukan long march menuju Gedung DPRD Kabupaten Jember.
Setibanya di depan gedung DPRD, massa secara bergantian menyampaikan orasi dan puisi. Tepat pada pukul 16.00 WIB, Ketua DPRD Kabupaten Jember bersama sejumlah anggota dewan dari beberapa fraksi keluar menemui massa aksi untuk melakukan dialog terbuka.
Dialog berlangsung secara kondusif dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan dari mahasiswa maupun anggota DPRD. Sejumlah peserta aksi mempertanyakan sejauh mana anggota dewan menjalankan fungsi representasi rakyat, sementara perwakilan DPRD menegaskan bahwa mereka dipilih melalui mekanisme demokratis dan keberhasilan kinerja mereka pada akhirnya dinilai oleh masyarakat.
Puncak aksi berlangsung pada pukul 16.57 WIB saat massa membacakan Empat Tuntutan Rakyat Jember, yakni:
Merevisi Undang-Undang Polri serta menghentikan kriminalisasi dan tindakan represif aparat kepolisian.
Mengatasi krisis ekonomi dan kegagalan fiskal negara melalui kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, termasuk menurunkan harga bahan pokok dan BBM. Melakukan realokasi anggaran serta evaluasi tata kelola program prioritas pemerintah. Merevisi Undang-Undang TNI dan menghentikan praktik militerisme di ruang sipil.
Pada pukul 17.02 WIB, Ketua DPRD Kabupaten Jember membacakan kembali empat tuntutan tersebut sebelum dilanjutkan dengan penandatanganan dokumen tuntutan sebagai bentuk komitmen untuk menerima dan mengawal aspirasi mahasiswa.
Dimana tuntutan tersebut:
1. Revisi UU polri serta hentikan kriminalitas dan represifitas aparat kepolisian.
2. Hentikan krisis ekonomi serta kegagalan fiskal negara, dengan menurunkan harga bahan pokok bbm
3. Realokasi anggaran serta evaluasi tata kelola program prioritas pemerintah.
4. Revisi UU TNI dan hentikan praktik Militerisme di ruang sipil.
Salah satu masa aksi bernama Taufik menyebutkan bahwa aksi ini dilakukan murni oleh temen-temen mahasiswa terdiri dari Cipayung plus dan BEM se-Jember. Selain itu, Taufik menyebutkan aksi ini timbul karena resahnya kondisi negara Indonesia hari ini. Tentunya sebelum melakukan aksi temen-temen melakukan kajian terlebih dahulu.
Taufik berkata, "Oke, pertama kemudian kami ingin menyampaikan bahwa ini perlu disclaimer terlebih dahulu ya, bahwasanya ini memang murni aksi dari teman-teman mahasiswa yang tergabung di dalam Cipayung Plus dan juga teman-teman BEM se-Jember.
Maka, keresahan-keresahan itulah yang kemudian muncul dikarenakan memang kondisi negara ataupun kondisi fiskal lebih khusus berbicara soal krisis ekonomi yang kita alami sekarang itu yang kemudian menggetarkan hati-hati kami semua selaku mahasiswa untuk turun ke jalan.
Kita melihat sebuah fenomena kemarin ketika kawan-kawan kita semua di Jakarta, kemudian kawan-kawan kita semua di Jawa Timur, dan saya rasa Jember yang kemudian per hari ini turun aksi bersama Cipayung dan juga BEM Jember, melakukan beberapa tuntutan-tuntutan yang itu semua tidak muncul dari beberapa stigma melalui media sosial saja. Tetapi, ini melewati beberapa kajian-kajian yang memang sudah kita sepakati dan juga kita bahas beberapa hari kemarin.
Pertama, kita menyoroti kaitan dengan bagaimana kondisi fiskal negara kita, itu yang pertama, yang nanti kaitannya dengan krisis ekonomi. Berbicara urusan rupiah melemah, kemudian berbicara kaitan dengan bagaimana program-program prioritas pemerintah yang sangat banyak sekali memakan APBN, dan tadi juga sudah tersampaikan, hal ini juga menjadi sebuah keresahan kita.
Namun, tidak hanya cukup berbicara soal fiskal negara pada kali ini, tetapi kita juga menyoroti dua hal, yang ini ada sangkut pautnya dengan regulasi ataupun kebijakan, yaitu ada dua undang-undang. Yang pertama, Undang-Undang TNI, yang kedua ada Undang-Undang Polri. Yang di mana juga perlu kiranya direvisi.
Berbicara soal Undang-Undang Polri, memang dari kami, Cipayung dan juga BEM se-Jember menyepakati adanya revisi. Ya kawan-kawan sudah memahami semua bahwa Undang-Undang Polri yang baru saja kemudian digedok, baru saja kemudian disahkan kemarin, ada beberapa kecacatan-kecacatan formil dan juga cacat materiil di dalamnya, di mana sudah memasuki ranah-ranah sipil, bahkan soal usia juga kan mulai ditambah. Nah, ini menjadi keresahan kita semua. Dan yang kedua, berbicara soal militerisme dan juga Undang-Undang TNI, ya. Kita semua sudah tahu sekarang tentara ada yang menjadi khotib, tentara ada yang kemudian menjadi membuka batalyon-batalyon, ada kompi-kompi yang namanya kompi peternakan, kompi pertanian. Nah, itu sudah menyeleweng, sudah keluar dari koridor tugas dan juga fungsi dari seorang militer. Nah, ini kiranya perlu kita suarakan juga. Dan ya, ini kondisi-kondisi yang memang harus kita suarakan, kondisi fakta yang memang kita rasakan bersama-sama. Tentu tidak hanya dirasakan oleh mahasiswa, tetapi dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat yang ada di Indonesia. Mungkin seperti itu." Ujarnya.
Aksi Indonesia Cemas berakhir secara tertib pada pukul 17.09 WIB setelah massa membubarkan diri dari lokasi demonstrasi.

Komentar
Posting Komentar