Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2025
Gambar
HASIL REPORTER KAMISAN 1. Bagaimana upaya keberlanjutan yang dilakukan oleh aksi kamisan terhadap hal-hal menyimpang yang dilakukan oleh pemerintah terutama yang terdekat pada saat ini yaitu RUU TNI : pertama jika melihat aksi kamisan ini merupakan aksi yang konsisten yang dilakukan pada hari kamis yang simbolik juga dilakukan secara hikmat untuk mengingat adanya korban dari tahun 1998. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa aksi kamisan menjadi penitipan pesan bahwa RUU TNI kembalinya dwifungsi abri yang nantinya memunculkan korban-korban tahun 1998 itu bisa kita ingatkan kembali, bisa kita sadarkan kembali bahwa RUU TNI juga akan membawa dampak yang sama pada dwifungsi abri yang nantinya menimbulkan korban-korban yang tidak menutup kemungkinan akan terjadi. Jadi memang betul kita akan melakukan kajian-kajian terutama pada anggota aksi kamisan dan tidak menutup kemungkinan juga akan berkolaborasi melakukan sinergitas dengan kelompok-kelompok mahasiswa lainnya.  2. Bagaimana komenta...
Gambar
                  Jember, 24 Maret 2025 – Ratusan mahasiswa dan elemen masyarakat sipil yang tergabung dalam Solidaritas Jember Melawan menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kabupaten Jember. Massa aksi turun ke jalan sebagai bentuk protes terhadap pengesahan Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) yang disahkan pada 20 Maret 2025. Aksi yang berlangsung sejak pukul 13.00 WIB diwarnai dengan orasi dan spanduk yang menuntut pemerintah untuk mengembalikan transparansi serta partisipasi publik dalam setiap kebijakan yang dikeluarkan. Massa aksi juga mengecam berbagai kebijakan yang dianggap merugikan demokrasi dan kebebasan sipil.           Pada aksi demonstrasi yang berlangsung di Kabupaten Jember, massa aksi menyampaikan tuntutan kepada DPRD Kabupaten Jember. Tuntutan yang diajukan pada 23 Maret 2025 adalah sebagai berikut: 1. Bahwa kami DPRD Kabupaten Jember menyatakan MENOLAK UNDAN...

“Sepak Bola, Hiburan atau Penyiksaan?”

Gambar
 Oleh :  Thoriq Fahreza Tulisan ini yang mendasari atas keresahan penulis akhir-akhir ini tentang kondisi ataupun iklim per“sepakbolaan” negeri ini.       Tan Malaka pernah menganalogikan perjuangan bangsa melalui sepak bola dalam bukunya yaitu madilog, “apabila kita menonton suatu pertandingan sepakbola, maka lebih dahulu kita mesti pisahkan si pemain, mana yang masuk klub ini, mana pula yang masuk kumpulan itu. Kalau tidak begitu, bingunglah kita . kita tidak bisa tahu siapa yang kalah, siapa yang menang. Mana yang baik permainannya, mana yang tidak”(Hal 45), sehingga munculah wejangan Tan Malaka dalam bentuk Sepak Bola adalah alat perjuangan. hal tersebut yang mendasari bahwa Tan Malaka menjadikan sepak bola sebagai media ataupun alat untuk mengkomunikasikan rasa Nasionalisme.      Dalam sejarahnya, pemerintah kolonial Belanda menunjukan superioritas atas Sepak Bola dengan menaruh papan yang bertuliskan “Vorboden voor irlandiers en...